PENERAPAN METODE ADDITIVE RATIO ASSESSMENT (ARAS) DALAM PENILAIAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT. JNE CABANG KADIPATEN KABUPATEN MAJALENGKA
Kata Kunci:
SPK, JNE, Sumber Daya Manusia, Additive Ratio Assessment, ARASAbstrak
Penilaian kinerja adalah menilai rasio hasil kerja nyata dengan standar kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap karyawan. Dengan penilaian kinerja akan diketahui prestasi yang dicapai oleh setiap karyawan. Karyawan merupakan salah satu komponen paling penting yang dimiliki oleh perusahaan dalam usahanya mempertahankan kelangsungan hidup, berkembang, kemampuan untuk bersaing serta mendapatkan laba. Tidak ada satu perusahaan yang mampu bertahan bilamana perusahaan tersebut tidak memiliki karyawan yang dapat bekerja dengan baik dan maksimal. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatannya tidak terlepas dari kapasitas karyawan (pekerja) yang melakukan pekerjaan di perusahaan tersebut. Sumber Daya Manusia (SDM) pada PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam sistem penilaian kinerja karyawan perpanjangan kontrak karyawan, dan pemutusan karyawan kontrak yang berjalan terdapat kelemahan-kelemahan yaitu proses penilaian dan pengolahan data kinerja karyawan belum menggunakan program aplikasi dalam mengambil keputusan nya tetapi masih menggunakan berkas, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengambilan keputusan. Selain itu, penilaian kinerja karyawan yang masih bersifat subyektif sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang sesuai dengan sumber daya manusia dan pihak perusahaan kesulitan dalam menentukan penilaian kinerja karyawan.. Salah satu metode SPK adalah metode Additive Ratio Assessment (ARAS). ARAS membentuk suatu proses mengidentifikasi dan dapat memberi perkiraan interaksi sistem secara keseluruhan. Alasan pemilihan ARAS adalah karena ARAS merupakan salah satu bentuk model keputusan yang cocok untuk permasalahan multi kriteria dan multi substitusi. Metode ARAS ini dipilih karena mampu menghasilkan perhitungan yang terstruktur pada objek penilaian yang memiliki beberapa kriteria keputusan pada PT. JNE Cabang Kadipaten Kabupaten Majalengka, metode ini menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang digunakan untuk memilih alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah SDM yang memiliki kriteria sesuai dengan penilaian dalam penilaian kinerja SDM. Adapun yang menjadi indikator penilaian yang digunakan dalam penilaian kinerja perawat adalah tanggung jawab, komunikasi, kehadiran, attitude/sikap, dan profesionalisme.