Sistem Monitoring dan Otomatisasi Pakan Minum Kucing Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Logic Berbasis Internet of Things
Kata Kunci:
Microcontroller, Fuzzy Logic Mamdani, Internet of ThingsAbstrak
Memelihara hewan merupakan kegemaran bagi beberapa orang untuk mengisi waktu luang. Salah satu hewan yang paling banyak dipelihara adalah kucing. Maka dari itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti jadwal pemberian makan dan minum kucing, kelembaban kandang, suhu lingkungan, kebersihan badan kucing dan kandang, serta yang paling penting yaitu suhu tubuh kucing. Masalah yang sering terjadi yaitu sulitnya bagi pemelihara kucing untuk memberikan makan dengan porsi yang ideal kepada kucing setiap harinya, sehingga kucing seringkali mendapatkan porsi makan yang tidak ideal seperti porsi makan yang kurang ataupun berlebihan. Rata-rata kebutuhan makan kucing dalam sehari yaitu sebesar 65-130 g pakan kering tergantung berat badan serta usia kucing. Ketika hewan terserang penyakit maka suhu tubuh akan meningkat artinya antibodi didalam tubuh hewan tersebut sedang bekerja pada saat ada bakteri yang masuk kedalam tubuh. Suhu tubuh normal kucing berkisar antara 38,1° – 39,2 °C. Jika suhu tubuh tetap di atas 40,5 °C selama lebih dari satu atau dua hari, kucing akan menjadi lesu, anoreksia, dan dengan cepat mengalami dehidrasi. Jika suhu bertahan di atas 41,1 °C , kucing akan mengalami edema serebral (pembengkakan di sekitar otak), supresi sumsum tulang, dan gangguan pembekuan (koagulasi intravaskulas diseminata atau DIC). Penelitian ini membuat sistem kendali dan monitoring untuk menampilkan parameter kualitas kondisi kandang kucing berbasis Internet of Things dengan perangkat sensor dan papan pengembang Nodemcu ESP32 diintegrasikan dengan aplikasi Blynk sekaligus dapat mengendalikan parameter kualitas kandang di antaranya adalah suhu tubuh dan lingkungan, dan kelembaban menggunakan metode Fuzzy Logic Mamdani. Implementasi untuk output LED dan Buzzer sebagai notifikasi jika parameter input diatas atau dibawah batas normal . Didapatkan hasil pengujian dengan input suhu tubuh sebesar 37 ℃, suhu lingkungan sebesar 29 ℃, serta kelembaban sebesar 58% menghasilkan output yang sama bernilai 0.