METODE ADDITIVE RATIO ASSESSMENT (ARAS) DALAM PENENTUAN KELAYAKAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH PADA BANK SYARIAH INDONESIA KANTOR CABANG SISINGAMANGARAJA CIREBON

Penulis

  • yuhano STIKOM Poltek Cirebon Author
  • Sergi Roseli Author
  • Muchammad Farhan Rizal Author

Kata Kunci:

SPK, BSI, Kredit Pemilikan Rumah, Additive Ratio Assessment, ARAS

Abstrak

Rumah merupakan suatu kebutuhan primer yang berfungsi sebagai tempat orang tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Semula rumah untuk empat tinggal dibangun sendiri oleh pemiliknya, tetapi seiring kemajuan ekonomi dengan berbagai kesibukannya, orang harus membeli rumah yang dibangun pihak lain, entah perorangan atau perusahaan pengembang/developer. Dalam rangka meringankan beban pembayaran pembelian rumah tersebut, maka dibutuhkan pihak perantara (bank) yang akan memberikan suatu fasilitas yang biasa disebut Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Bank akan memberikan KPR dengan ketentuan kriteria-kriteria yang harus dicapai oleh nasabah, tetapi dengan adanya sistem KPR ini, jumlah calon nasabah yang akan mengajuakan KPR akan semakin bertambah, sehingga bank dituntut harus dapat melayani konsumen dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dimana bank harus melakukan analisa dan membutuhkan data-data calon nasabah yang memiliki kemampuan pembayaran KPR. Kesalahan analisa yang dilakukan oleh pihak bank dalam proses penentuan kelayakan pemberian kredit, dapat mengakibatkan terjadi resiko kredit macet dan likuiditas bank, karena dalam hal ini bank sebagai penjamin. Adapun yang menjadi indikator penentuan yang digunakan dalam penentuan kelayakan KPR adalah usia pemohon, jumlah tanggungan, penghasilan, jaminan pinjaman, jangka waktu pembiayaan dan riwayat kredit.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-01